_ _ _
variabel dependen
Variabel dependen adalah variabel yang variasi nilainya bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel lain dalam suatu penelitian. Variabel dependen umumnya diberi simbol Y.
Juga disebut sebagai 'variabel terikat' atau 'variabel kriteria'.
Contoh: Dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk menentukan apakah anak-anak yang minum susu setiap hari tinggi badannya meningkat,
'tinggi badan' adalah variabel dependen dalam penelitian ini.
|
variabel independen
Variabel independen adalah variabel yang berkaitan dengan, berperan, atau berpengaruh terhadap variabel lain dalam suatu penelitian. Variabel independen umumnya diberi simbol X.
Dalam penelitian eksperimental, merujuk pada variabel yang dimanipulasi (misalnya obat vs. plasebo).
Dalam penelitian observasional, merujuk pada variabel yang dihipotesiskan berkaitan dengan atau berperan terhadap variabel dependen.
Juga disebut sebagai 'variabel bebas' atau 'variabel prediktor'.
Contoh: Dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk menentukan apakah anak-anak yang minum susu setiap hari tinggi badannya meningkat,
'(jumlah) minum susu' adalah variabel independen dalam penelitian ini.
|
variabel kontinu
Kontinu mengacu pada jenis skala pengukuran suatu variabel.
Variabel disebut kontinu ketika skala pengukurannya (secara teoretis)
dapat dipecah ke dalam satuan yang lebih kecil dengan nilai yang tak terbatas.
Juga disebut sebagai level 'interval' atau 'rasio'.
Contoh: 'Panjang' dalam satuan meter, sentimeter, dst. atau 'waktu' dalam satuan menit, detik, dst. (namun, ketika Anda melakukan penskalaan ke bawah dengan cara mengelompokkan 'tinggi badan'
menjadi kategori (rendah, sedang, dan tinggi), maka ini disebut variabel 'kategorikal').
|
variabel kategorikal
Kategorikal (juga disebut 'nominal') mengacu pada jenis skala pengukuran suatu variabel.
Variabel disebut kategorikal ketika skala pengukurannya memiliki kategori atau hasil kategorisasi. Hal ini umum dilakukan dalam penelitian kualitatif.
Skala pengukuran ordinal (nominal dengan urutan/'hierarki') termasuk dalam level kategorikal.
Contoh: Kewarganegaraan seseorang, jenis kelamin, tinggi badan yang dikelompokkan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, dll.
|
asumsi uji statistika parametrik
Distribusi data Anda juga berperan dalam menentukan uji statistika inferensial mana yang sesuai dengan penelitian Anda.
Ada dua kelompok besar uji statistika inferensial (parametrik dan nonparametrik). SPSS, JASP, jamovi, dan sebagian besar perangkat lunak lainnya memiliki prosedur standar
untuk memeriksa 'asumsi uji statistika parametrik'.
Contoh: Jika data Anda tidak 'terdistribusi normal', maka kelompok uji statistika nonparametrik yang sesuai untuk penelitian Anda.
Uji statistika nonparametrik mana yang sesuai? (MUSI juga menentukan uji statistika nonparametrik berdasaran informasi data dan desain penelitian Anda.
Namun, terkadang juga ditemui bahwa tidak ada uji statistika nonparametrik yang sesuai dengan data atau desain penelitian Anda. Hal ini biasanya ditandai dengan 'satu' opsi jawaban).